Peran Program Magang MBKM dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa pada Praktik Konsultan Pajak di Dwi Achmad Tax Consulting

Pendidikan tinggi memiliki peranan penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Seiring dengan perkembangan teknologi, ekonomi, dan kebutuhan industri yang semakin kompleks, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam konteks kerja yang nyata. Menanggapi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menghadirkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis melalui keterlibatan langsung dengan dunia industri. Melalui pembelajaran berbasis magang, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan praktik profesional sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya secara aktif mendukung implementasi program MBKM dengan mendorong mahasiswa untuk mengikuti kegiatan magang di berbagai instansi dan perusahaan yang relevan dengan bidang studinya. Salah satu bentuk implementasi program tersebut adalah Program Magang MBKM Skema Aktivitas Eksternal (SAE) yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata di lingkungan profesional yang sesuai dengan bidang akademiknya. Selain memperoleh pengalaman praktis, mahasiswa yang mengikuti program ini juga mendapatkan konversi akademik hingga 20 SKS dalam kurikulum perkuliahan.

Melalui program tersebut, penulis memperoleh kesempatan untuk mengikuti program magang MBKM SAE di Dwi Achmad Tax Consulting (DATC), sebuah firma konsultan pajak yang didirikan pada Juni 2021. Firma ini memiliki izin praktik resmi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak dengan nomor KEP-4253/AP.A/PJ/2018 dan KEP-4887/IP.B/PJ/2022. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan perpajakan, DATC menjadi mitra strategis bagi mahasiswa, khususnya dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, dalam mendukung proses pembelajaran berbasis pengalaman kerja.

Dwi Achmad Tax Consulting memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa, terutama bagi mereka yang memiliki minat di bidang perpajakan. Selama menjalani program magang di kantor ini, penulis berkesempatan untuk mempelajari berbagai aspek praktik perpajakan, termasuk pelaporan pajak, perencanaan pajak, serta kegiatan konsultasi perpajakan. Selain memperoleh pengetahuan teknis mengenai perpajakan, kegiatan magang ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi profesional dengan klien serta dinamika lingkungan kerja dalam perusahaan konsultan pajak.

Selama mengikuti program magang, penulis terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan profesional sebagai bagian dari tim konsultan pajak. Tugas-tugas yang dilakukan meliputi membantu penyusunan laporan pajak, mendukung kegiatan konsultasi perpajakan, serta membantu menyelesaikan berbagai permasalahan perpajakan yang dihadapi oleh klien. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas tersebut, penulis memperoleh pemahaman praktis mengenai proses operasional dalam layanan konsultan pajak.

Selain itu, pengalaman magang ini juga memberikan kesempatan untuk melakukan analisis perpajakan secara komprehensif, mulai dari menghitung kewajiban pajak, menentukan skema perpajakan yang paling sesuai bagi klien, hingga berkomunikasi secara efektif dengan klien mengenai kewajiban perpajakan mereka. Melalui berbagai kegiatan tersebut, penulis memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana teori perpajakan yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam praktik profesional. Kegiatan magang ini juga melatih kemampuan analitis dalam menghadapi berbagai permasalahan perpajakan secara profesional.

Di samping peningkatan kompetensi teknis di bidang perpajakan, program magang ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan soft skills yang penting dalam dunia kerja. Bekerja dalam lingkungan profesional menuntut kemampuan komunikasi yang baik, ketelitian dalam mengolah data, serta kemampuan bekerja secara efektif dalam situasi yang memiliki batas waktu tertentu. Interaksi dan kolaborasi dengan rekan kerja serta konsultan senior juga membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai situasi pekerjaan.

Meskipun selama pelaksanaan magang terdapat beberapa tantangan, terutama dalam menyesuaikan diri dengan gaya komunikasi profesional dan ekspektasi kerja yang beragam, tantangan tersebut dapat diatasi melalui sikap proaktif serta inisiatif untuk selalu melakukan klarifikasi terhadap tugas yang diberikan. Lingkungan kerja yang suportif serta bimbingan dari rekan kerja senior menjadi faktor penting yang membantu memperlancar proses pembelajaran dan adaptasi terhadap berbagai tugas yang lebih kompleks, termasuk penggunaan perangkat lunak perpajakan dan alat kerja profesional lainnya.

Secara keseluruhan, pengalaman magang di Dwi Achmad Tax Consulting memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi penulis untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran akademis dan praktik profesional di dunia kerja. Pengalaman ini menunjukkan bahwa integrasi antara pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan pengalaman praktis di lingkungan kerja merupakan faktor penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui program magang ini, penulis tidak hanya memperoleh wawasan praktis mengenai profesi konsultan pajak, tetapi juga memahami peran penting konsultan pajak dalam memastikan kepatuhan perpajakan perusahaan.

Pengalaman magang ini pada akhirnya menjadi bekal yang sangat berharga dalam mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja profesional di masa depan. Untuk meningkatkan efektivitas program serupa di masa mendatang, disarankan agar kantor konsultan pajak memperkuat proses orientasi dan pelatihan bagi peserta magang, sementara pihak universitas dapat terus meningkatkan kerja sama dengan mitra industri serta mengintegrasikan pembelajaran perangkat lunak perpajakan ke dalam kurikulum akademik. Dengan demikian, program MBKM dapat terus relevan dan efektif dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
The Role of the MBKM Internship Program in Enhancing Student Competencies in Tax Consulting Practice at Dwi Achmad Tax Consulting

Higher education plays a crucial role in preparing students to face the dynamic challenges of the professional world. As industry demands continue to evolve alongside technological and economic developments, students are required not only to master theoretical knowledge but also to apply such knowledge in real professional contexts. In response to this need, the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology introduced the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program, which aims to provide students with opportunities to gain practical experience through direct engagement with industry. Through internship-based learning, students are able to bridge the gap between academic theory and real-world professional practice while simultaneously developing the skills and competencies necessary for their future careers.

The Faculty of Administrative Sciences at Universitas Brawijaya actively supports the implementation of the MBKM program by encouraging students to participate in internship programs at relevant institutions and companies. One of these initiatives is the MBKM Internship under the External Activity Scheme (SAE), which allows students to gain professional experience in real workplace environments that are relevant to their academic field. In addition to acquiring practical skills, students participating in this program are also eligible to receive academic credit conversion of up to 20 credits (SKS) as part of their academic curriculum.

Through this program, the author had the opportunity to participate in the MBKM SAE internship at Dwi Achmad Tax Consulting (DATC), a tax consulting firm established in June 2021. The firm operates under official practice licenses issued by the Directorate General of Taxes with license numbers KEP-4253/AP.A/PJ/2018 and KEP-4887/IP.B/PJ/2022. As a professional tax consulting firm specializing in taxation services, DATC serves as a strategic partner for students, particularly those from the Faculty of Administrative Sciences at Universitas Brawijaya, in supporting experiential learning through internship programs.

Dwi Achmad Tax Consulting plays an important role in supporting student learning, especially for those who have an interest in taxation. During the internship program at this firm, the author was able to explore various aspects of taxation practice, including tax reporting, tax planning, and tax consultation. In addition to gaining technical knowledge related to taxation, the internship also provided valuable insights into the importance of professional communication with clients as well as the dynamics of working within a tax consulting environment.

Throughout the internship program, the author was actively involved in a variety of professional activities as part of the tax consulting team. These responsibilities included assisting in the preparation of tax reports, supporting tax consultation activities, and helping resolve tax-related issues faced by clients. By participating directly in these tasks, the author gained practical exposure to the operational processes involved in tax consulting services.

Furthermore, the internship experience provided opportunities to conduct comprehensive tax analyses, starting from calculating tax obligations, determining the most appropriate tax scheme for clients, and communicating effectively with clients regarding their tax responsibilities. Through these activities, the author developed a deeper understanding of how taxation theories learned in academic settings are applied within professional environments. The internship also strengthened the author's ability to approach tax problems analytically while maintaining professionalism when dealing with clients.

In addition to enhancing technical competencies related to taxation, the internship program also contributed significantly to the development of essential professional soft skills. Working within a professional consulting environment required the author to develop strong communication skills, attention to detail, and the ability to work efficiently under time constraints. Collaboration with colleagues and senior consultants also fostered a sense of responsibility, teamwork, and adaptability in handling various work situations.

Although certain challenges were encountered during the internship, particularly in adapting to different communication styles and professional expectations, these challenges were successfully addressed through proactive attitudes and a willingness to seek clarification whenever necessary. The supportive work environment and guidance from senior staff members played a crucial role in facilitating the learning process and helping the author adapt to complex tasks, including the use of specialized taxation software and professional tools.

Overall, the internship experience at Dwi Achmad Tax Consulting provided a valuable opportunity to bridge the gap between academic learning and professional practice. The experience demonstrated that the integration of theoretical knowledge gained from university education with practical workplace experience is essential for personal and professional development. Through this internship program, the author gained not only practical insights into the taxation profession but also a deeper appreciation of the important role tax consultants play in ensuring corporate tax compliance.

This internship experience ultimately serves as an important foundation for entering the professional workforce in the future. To further improve the effectiveness of similar programs, it is recommended that tax consulting firms strengthen their orientation and training processes for interns, while universities continue to enhance collaboration with industry partners and incorporate taxation software training into the academic curriculum. By doing so, the MBKM program can remain relevant and effective in preparing students to become competent professionals who are ready to face the challenges of an increasingly competitive global workforce.