Implementasi Program Magang MBKM SAE dalam Pengembangan Kompetensi Mahasiswa pada Praktik Konsultan Pajak di Dwi Achmad Tax Consulting
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan salah satu kebijakan pendidikan yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk memberikan fleksibilitas akademik yang lebih luas kepada mahasiswa. Program ini dirancang untuk memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna baik di dalam maupun di luar program studi mereka. Berbagai aktivitas yang termasuk dalam skema MBKM antara lain pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi atau proyek independen, pembangunan desa atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, serta kegiatan bela negara. Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman nyata di luar ruang kelas konvensional. Dengan demikian, MBKM diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan global dan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
Sebagai bagian dari implementasi program MBKM, kegiatan magang dilakukan untuk memahami secara langsung bagaimana peran dan fungsi konsultan pajak dijalankan dalam lingkungan kerja profesional, khususnya di Dwi Achmad Tax Consulting (DATC) Malang. DATC dipilih sebagai lokasi magang karena relevansinya dengan bidang perpajakan serta perannya sebagai perusahaan yang memberikan layanan konsultasi perpajakan kepada berbagai wajib pajak. Sebagai firma konsultan pajak profesional, DATC memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kerja konsultan pajak yang berinteraksi langsung dengan klien maupun dengan otoritas perpajakan.
Pemilihan program MBKM SAE di DATC Malang didasarkan pada kebutuhan untuk memperoleh pengalaman praktis yang relevan di bidang perpajakan sekaligus memahami dinamika profesional konsultan pajak. Lingkungan kerja di DATC memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati serta terlibat langsung dalam berbagai aktivitas profesional yang berkaitan dengan layanan perpajakan. Hal tersebut menjadikan DATC sebagai tempat magang yang sangat relevan bagi mahasiswa yang memiliki minat dan konsentrasi dalam bidang perpajakan.
Program MBKM SAE yang dilaksanakan di DATC Malang merupakan bentuk sinergi antara pembelajaran akademik dengan praktik kerja profesional yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang perpajakan. Selama menjalani kegiatan magang, mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam berbagai tugas yang menuntut ketelitian, pemahaman terhadap regulasi perpajakan, keterampilan teknis, serta kemampuan interpersonal dalam bekerja secara profesional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana praktik kerja, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter profesional yang kritis, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap lingkungan kerja.
Selama menjalani program MBKM SAE ini, penulis memperoleh pengalaman yang mendalam dalam bidang administrasi dan pelaporan perpajakan, termasuk pemahaman teknis yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di bangku kuliah. Program magang ini memberikan kesempatan bagi penulis untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kerja yang mencerminkan praktik nyata di bidang perpajakan dan administrasi keuangan. Tugas-tugas tersebut dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis sesuai dengan prosedur kerja profesional di perusahaan.
Keterlibatan penulis selama kegiatan magang tercermin dalam beberapa lingkup pekerjaan utama, yaitu penyusunan laporan keuangan, administrasi dan pelaporan pajak digital, kunjungan klien, rekapitulasi data keuangan, serta pengembangan dan diseminasi literasi perpajakan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, penulis memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana proses operasional dalam layanan konsultan pajak dijalankan serta pentingnya ketelitian dalam pengelolaan data keuangan dan perpajakan.
Selain memberikan pengalaman praktis, kegiatan magang ini juga dikaitkan dengan beberapa mata kuliah konversi dalam program MBKM. Mata kuliah tersebut antara lain Magang, Pajak Usaha Bidang Tertentu, Transformasi Digital Pelayanan Pajak, Psikologi Pajak, Pengambilan Keputusan Akuntansi dan Keuangan, Audit dan Manajemen Risiko, serta MBK Diseminasi Merdeka Belajar. Lingkup pekerjaan yang dilakukan selama kegiatan magang berkaitan langsung dengan capaian pembelajaran dari mata kuliah tersebut, sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks praktik profesional.
Melalui pelaksanaan program magang ini, penulis dapat memperkuat kompetensi akademik, meningkatkan kemampuan analitis, serta mempersiapkan diri secara profesional untuk menghadapi dunia kerja di bidang perpajakan. Integrasi antara pengetahuan akademik dengan pengalaman kerja nyata memberikan kontribusi penting dalam membentuk pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sistem perpajakan, regulasi yang berlaku, serta tanggung jawab profesional seorang konsultan pajak.
Selain itu, pengalaman magang di DATC Malang juga berperan penting dalam mengembangkan sikap profesional serta keterampilan interpersonal. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan informasi secara jelas, bekerja secara kolaboratif dengan rekan kerja, serta menjaga profesionalisme ketika berinteraksi dengan klien. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam proses adaptasi, khususnya dalam menyesuaikan diri dengan gaya komunikasi antar staf, suasana kerja yang kolaboratif di DATC sangat membantu proses pembelajaran. Dukungan dari rekan kerja serta bimbingan dari staf senior mempermudah penulis dalam menyelesaikan berbagai tugas yang kompleks dan meningkatkan pemahaman terhadap praktik kerja profesional.
Secara keseluruhan, kegiatan magang MBKM yang dilaksanakan di Dwi Achmad Tax Consulting Malang memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat bermakna serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketercapaian capaian pembelajaran dari berbagai mata kuliah konversi yang diambil oleh penulis. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat pemahaman akademik mengenai perpajakan, tetapi juga meningkatkan kesiapan profesional penulis untuk memasuki dunia kerja di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi antara pendidikan akademik dan pengalaman praktik kerja merupakan faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia profesional.
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan salah satu kebijakan pendidikan yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk memberikan fleksibilitas akademik yang lebih luas kepada mahasiswa. Program ini dirancang untuk memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna baik di dalam maupun di luar program studi mereka. Berbagai aktivitas yang termasuk dalam skema MBKM antara lain pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi atau proyek independen, pembangunan desa atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, serta kegiatan bela negara. Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman nyata di luar ruang kelas konvensional. Dengan demikian, MBKM diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan global dan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
Sebagai bagian dari implementasi program MBKM, kegiatan magang dilakukan untuk memahami secara langsung bagaimana peran dan fungsi konsultan pajak dijalankan dalam lingkungan kerja profesional, khususnya di Dwi Achmad Tax Consulting (DATC) Malang. DATC dipilih sebagai lokasi magang karena relevansinya dengan bidang perpajakan serta perannya sebagai perusahaan yang memberikan layanan konsultasi perpajakan kepada berbagai wajib pajak. Sebagai firma konsultan pajak profesional, DATC memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kerja konsultan pajak yang berinteraksi langsung dengan klien maupun dengan otoritas perpajakan.
Pemilihan program MBKM SAE di DATC Malang didasarkan pada kebutuhan untuk memperoleh pengalaman praktis yang relevan di bidang perpajakan sekaligus memahami dinamika profesional konsultan pajak. Lingkungan kerja di DATC memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati serta terlibat langsung dalam berbagai aktivitas profesional yang berkaitan dengan layanan perpajakan. Hal tersebut menjadikan DATC sebagai tempat magang yang sangat relevan bagi mahasiswa yang memiliki minat dan konsentrasi dalam bidang perpajakan.
Program MBKM SAE yang dilaksanakan di DATC Malang merupakan bentuk sinergi antara pembelajaran akademik dengan praktik kerja profesional yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang perpajakan. Selama menjalani kegiatan magang, mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam berbagai tugas yang menuntut ketelitian, pemahaman terhadap regulasi perpajakan, keterampilan teknis, serta kemampuan interpersonal dalam bekerja secara profesional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana praktik kerja, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter profesional yang kritis, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap lingkungan kerja.
Selama menjalani program MBKM SAE ini, penulis memperoleh pengalaman yang mendalam dalam bidang administrasi dan pelaporan perpajakan, termasuk pemahaman teknis yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di bangku kuliah. Program magang ini memberikan kesempatan bagi penulis untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kerja yang mencerminkan praktik nyata di bidang perpajakan dan administrasi keuangan. Tugas-tugas tersebut dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis sesuai dengan prosedur kerja profesional di perusahaan.
Keterlibatan penulis selama kegiatan magang tercermin dalam beberapa lingkup pekerjaan utama, yaitu penyusunan laporan keuangan, administrasi dan pelaporan pajak digital, kunjungan klien, rekapitulasi data keuangan, serta pengembangan dan diseminasi literasi perpajakan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, penulis memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana proses operasional dalam layanan konsultan pajak dijalankan serta pentingnya ketelitian dalam pengelolaan data keuangan dan perpajakan.
Selain memberikan pengalaman praktis, kegiatan magang ini juga dikaitkan dengan beberapa mata kuliah konversi dalam program MBKM. Mata kuliah tersebut antara lain Magang, Pajak Usaha Bidang Tertentu, Transformasi Digital Pelayanan Pajak, Psikologi Pajak, Pengambilan Keputusan Akuntansi dan Keuangan, Audit dan Manajemen Risiko, serta MBK Diseminasi Merdeka Belajar. Lingkup pekerjaan yang dilakukan selama kegiatan magang berkaitan langsung dengan capaian pembelajaran dari mata kuliah tersebut, sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks praktik profesional.
Melalui pelaksanaan program magang ini, penulis dapat memperkuat kompetensi akademik, meningkatkan kemampuan analitis, serta mempersiapkan diri secara profesional untuk menghadapi dunia kerja di bidang perpajakan. Integrasi antara pengetahuan akademik dengan pengalaman kerja nyata memberikan kontribusi penting dalam membentuk pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sistem perpajakan, regulasi yang berlaku, serta tanggung jawab profesional seorang konsultan pajak.
Selain itu, pengalaman magang di DATC Malang juga berperan penting dalam mengembangkan sikap profesional serta keterampilan interpersonal. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan informasi secara jelas, bekerja secara kolaboratif dengan rekan kerja, serta menjaga profesionalisme ketika berinteraksi dengan klien. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam proses adaptasi, khususnya dalam menyesuaikan diri dengan gaya komunikasi antar staf, suasana kerja yang kolaboratif di DATC sangat membantu proses pembelajaran. Dukungan dari rekan kerja serta bimbingan dari staf senior mempermudah penulis dalam menyelesaikan berbagai tugas yang kompleks dan meningkatkan pemahaman terhadap praktik kerja profesional.
Secara keseluruhan, kegiatan magang MBKM yang dilaksanakan di Dwi Achmad Tax Consulting Malang memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat bermakna serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketercapaian capaian pembelajaran dari berbagai mata kuliah konversi yang diambil oleh penulis. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat pemahaman akademik mengenai perpajakan, tetapi juga meningkatkan kesiapan profesional penulis untuk memasuki dunia kerja di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi antara pendidikan akademik dan pengalaman praktik kerja merupakan faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia profesional.
The Implementation of the MBKM SAE Internship Program in Developing Student Competencies in Tax Consulting at Dwi Achmad Tax Consulting
The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program is an educational initiative introduced by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia to provide greater academic flexibility for university students. This program aims to allow students to gain meaningful learning experiences both within and outside their academic programs. MBKM offers a variety of learning activities, including Student Exchange, Internships or Work Practices, Teaching Assistance in Educational Institutions, Research Activities, Humanitarian Projects, Entrepreneurial Activities, Independent Study or Projects, Village Development or Thematic Community Service Programs (KKN), and National Defense Activities. These activities are designed to provide broader opportunities for students to develop knowledge, practical skills, and real-world experiences beyond the traditional classroom setting. Through this program, universities are expected to produce graduates who are better prepared to face global challenges and dynamic professional environments.
As part of the MBKM program implementation, the internship activity was carried out to gain direct understanding of how the role and function of tax consultants are practiced in a professional environment, specifically at Dwi Achmad Tax Consulting (DATC) Malang. DATC was selected as the internship location due to its relevance to the field of taxation and its active role in providing tax consulting services to taxpayers. As a professional tax consulting firm, DATC provides students with valuable exposure to the professional dynamics of tax consultants who interact directly with taxpayers as well as tax authorities.
The selection of the MBKM SAE internship program at DATC Malang was based on the need to gain relevant practical experience in the field of taxation while understanding the professional dynamics involved in tax consulting services. DATC provides an environment where students can observe and participate in the professional responsibilities of tax consultants who work closely with both clients and tax authorities. This makes DATC an appropriate and relevant internship placement for students specializing in taxation.
The MBKM SAE internship program conducted at DATC Malang represents an integral synergy between academic learning and professional practice aimed at strengthening students’ competencies in taxation. During the internship, students are directly involved in various tasks that require accuracy, regulatory understanding, technical skills, and interpersonal communication abilities. These activities serve not only as practical training but also as a process for developing professional character characterized by responsibility, critical thinking, and ethical awareness.
During the MBKM SAE program, the author gained valuable experience in taxation administration and reporting processes, including technical knowledge that is rarely obtained through classroom learning alone. The internship provided opportunities for the author to participate directly in professional work activities that reflect real practices in the fields of taxation and financial administration. These responsibilities were carried out systematically and structured within the organization.
The author’s involvement during the internship was reflected in several main areas of work. These included the preparation of financial statements, digital tax administration and reporting, client visits, financial data recapitulation, and the development and dissemination of tax literacy. Through these activities, the author gained a comprehensive understanding of the operational aspects of tax consulting services and the importance of accuracy in handling financial and tax-related data.
In addition to providing practical experience, the internship program was also integrated with several academic courses as part of the MBKM credit conversion system. These courses included Internship, Taxation for Specific Business Sectors, Digital Transformation of Tax Services, Tax Psychology, Accounting and Financial Decision Making, Audit and Risk Management, and MBKM Dissemination of Merdeka Belajar. The professional tasks performed during the internship were closely aligned with the learning objectives of these courses, allowing the author to apply theoretical concepts directly in real professional contexts.
Through the implementation of this internship program, the author was able to strengthen academic competencies, analytical skills, and professional readiness in dealing with real-world taxation practices. The combination of academic knowledge and practical workplace experience contributes significantly to the development of students’ capabilities in understanding taxation systems, regulatory frameworks, and the professional responsibilities of tax consultants.
Furthermore, the internship experience at DATC Malang also played an important role in developing professional attitudes and interpersonal skills. Students are required to communicate clearly, work collaboratively with colleagues, and maintain professionalism when dealing with clients. Although certain challenges were encountered during the adaptation process, particularly related to differences in communication styles among staff members, the collaborative working environment at DATC greatly supported the learning process. Guidance from senior staff members and openness among colleagues created a supportive environment that facilitated the completion of complex tasks and professional development.
Overall, the MBKM internship program at Dwi Achmad Tax Consulting Malang provided a meaningful learning experience that contributed significantly to the achievement of the learning outcomes associated with the converted academic courses. The internship not only enhanced the author’s understanding of taxation practices but also strengthened professional competencies and preparedness for entering the workforce in the future. These experiences demonstrate the importance of integrating academic education with professional practice to develop competent graduates who are ready to contribute to the professional field of taxation.
The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program is an educational initiative introduced by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia to provide greater academic flexibility for university students. This program aims to allow students to gain meaningful learning experiences both within and outside their academic programs. MBKM offers a variety of learning activities, including Student Exchange, Internships or Work Practices, Teaching Assistance in Educational Institutions, Research Activities, Humanitarian Projects, Entrepreneurial Activities, Independent Study or Projects, Village Development or Thematic Community Service Programs (KKN), and National Defense Activities. These activities are designed to provide broader opportunities for students to develop knowledge, practical skills, and real-world experiences beyond the traditional classroom setting. Through this program, universities are expected to produce graduates who are better prepared to face global challenges and dynamic professional environments.
As part of the MBKM program implementation, the internship activity was carried out to gain direct understanding of how the role and function of tax consultants are practiced in a professional environment, specifically at Dwi Achmad Tax Consulting (DATC) Malang. DATC was selected as the internship location due to its relevance to the field of taxation and its active role in providing tax consulting services to taxpayers. As a professional tax consulting firm, DATC provides students with valuable exposure to the professional dynamics of tax consultants who interact directly with taxpayers as well as tax authorities.
The selection of the MBKM SAE internship program at DATC Malang was based on the need to gain relevant practical experience in the field of taxation while understanding the professional dynamics involved in tax consulting services. DATC provides an environment where students can observe and participate in the professional responsibilities of tax consultants who work closely with both clients and tax authorities. This makes DATC an appropriate and relevant internship placement for students specializing in taxation.
The MBKM SAE internship program conducted at DATC Malang represents an integral synergy between academic learning and professional practice aimed at strengthening students’ competencies in taxation. During the internship, students are directly involved in various tasks that require accuracy, regulatory understanding, technical skills, and interpersonal communication abilities. These activities serve not only as practical training but also as a process for developing professional character characterized by responsibility, critical thinking, and ethical awareness.
During the MBKM SAE program, the author gained valuable experience in taxation administration and reporting processes, including technical knowledge that is rarely obtained through classroom learning alone. The internship provided opportunities for the author to participate directly in professional work activities that reflect real practices in the fields of taxation and financial administration. These responsibilities were carried out systematically and structured within the organization.
The author’s involvement during the internship was reflected in several main areas of work. These included the preparation of financial statements, digital tax administration and reporting, client visits, financial data recapitulation, and the development and dissemination of tax literacy. Through these activities, the author gained a comprehensive understanding of the operational aspects of tax consulting services and the importance of accuracy in handling financial and tax-related data.
In addition to providing practical experience, the internship program was also integrated with several academic courses as part of the MBKM credit conversion system. These courses included Internship, Taxation for Specific Business Sectors, Digital Transformation of Tax Services, Tax Psychology, Accounting and Financial Decision Making, Audit and Risk Management, and MBKM Dissemination of Merdeka Belajar. The professional tasks performed during the internship were closely aligned with the learning objectives of these courses, allowing the author to apply theoretical concepts directly in real professional contexts.
Through the implementation of this internship program, the author was able to strengthen academic competencies, analytical skills, and professional readiness in dealing with real-world taxation practices. The combination of academic knowledge and practical workplace experience contributes significantly to the development of students’ capabilities in understanding taxation systems, regulatory frameworks, and the professional responsibilities of tax consultants.
Furthermore, the internship experience at DATC Malang also played an important role in developing professional attitudes and interpersonal skills. Students are required to communicate clearly, work collaboratively with colleagues, and maintain professionalism when dealing with clients. Although certain challenges were encountered during the adaptation process, particularly related to differences in communication styles among staff members, the collaborative working environment at DATC greatly supported the learning process. Guidance from senior staff members and openness among colleagues created a supportive environment that facilitated the completion of complex tasks and professional development.
Overall, the MBKM internship program at Dwi Achmad Tax Consulting Malang provided a meaningful learning experience that contributed significantly to the achievement of the learning outcomes associated with the converted academic courses. The internship not only enhanced the author’s understanding of taxation practices but also strengthened professional competencies and preparedness for entering the workforce in the future. These experiences demonstrate the importance of integrating academic education with professional practice to develop competent graduates who are ready to contribute to the professional field of taxation.