Implementasi Program Magang MBKM dalam Penguatan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Perpajakan pada Dwi Achmad Tax Consulting
Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompleks dan kompetitif. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga harus mampu menyediakan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik tersebut adalah melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh pemerintah. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar program studi, termasuk melalui kegiatan magang di dunia industri.
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya menyelenggarakan Program Magang MBKM Skema Aktivitas Eksternal (SAE) yang memungkinkan mahasiswa menjalani kegiatan magang di berbagai instansi atau perusahaan mitra. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata sekaligus memperoleh konversi akademik hingga 20 SKS dalam kurikulum pembelajaran. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi profesional serta memahami secara langsung dinamika dunia kerja.
Salah satu instansi yang menjadi mitra dalam pelaksanaan program ini adalah Dwi Achmad Tax Consulting, sebuah kantor konsultan pajak yang bergerak di bidang perpajakan dan akuntansi. Melalui kegiatan magang di instansi ini, mahasiswa berkesempatan untuk mempelajari berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan administrasi perpajakan, pengolahan data keuangan, serta penyusunan laporan keuangan. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengembangkan sikap profesional, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Selama periode magang yang berlangsung kurang lebih empat bulan, peserta magang yang berperan sebagai Tax Intern terlibat dalam berbagai kegiatan operasional yang berkaitan dengan layanan perpajakan dan akuntansi. Kegiatan tersebut meliputi rekapitulasi data keuangan, administrasi perpajakan, penyusunan serta peninjauan laporan keuangan, hingga kegiatan kunjungan klien. Dalam praktiknya, mahasiswa juga dilibatkan dalam proses pengolahan data transaksi keuangan yang kemudian digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan dan pelaporan pajak.
Selain itu, peserta magang juga memperoleh pengalaman dalam melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) melalui sistem elektronik seperti e-Form dan Coretax, yang merupakan sistem administrasi perpajakan modern yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Melalui keterlibatan dalam proses ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung prosedur pelaporan pajak serta mekanisme administrasi perpajakan yang berlaku di Indonesia. Kegiatan lain yang juga dilakukan selama magang antara lain pembuatan e-Billing, e-Bupot, serta penyusunan laporan keuangan pembetulan bagi klien.
Dalam mendukung pelaksanaan berbagai tugas tersebut, mahasiswa juga memanfaatkan perangkat digital seperti Microsoft Excel untuk melakukan pengolahan dan analisis data keuangan. Penggunaan teknologi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi kerja sekaligus membantu mahasiswa memahami bagaimana sistem digital digunakan dalam praktik perpajakan modern. Dengan demikian, pengalaman magang tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap aspek teknis perpajakan, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam pekerjaan profesional.
Selain pengembangan kompetensi teknis atau hard skills, program magang ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan soft skills mahasiswa. Melalui berbagai aktivitas kerja yang dilakukan, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan analitis yang baik, ketelitian dalam mengolah data, serta kemampuan komunikasi profesional dalam berinteraksi dengan rekan kerja maupun klien. Pengalaman seperti client visit dan keterlibatan langsung dalam berbagai proses perpajakan memberikan wawasan praktis mengenai bagaimana seorang profesional di bidang konsultan pajak menjalankan tugasnya secara efektif dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan program magang MBKM di Dwi Achmad Tax Consulting pada akhirnya memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas pekerjaan, mahasiswa dapat mengimplementasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di dunia kerja. Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis di bidang perpajakan dan akuntansi, tetapi juga membentuk sikap profesional serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Dengan demikian, program MBKM dapat menjadi sarana yang efektif dalam menciptakan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang kuat, tetapi juga memiliki pengalaman praktis serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan dunia industri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja, khususnya di bidang perpajakan dan akuntansi.
Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompleks dan kompetitif. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga harus mampu menyediakan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik tersebut adalah melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh pemerintah. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar program studi, termasuk melalui kegiatan magang di dunia industri.
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya menyelenggarakan Program Magang MBKM Skema Aktivitas Eksternal (SAE) yang memungkinkan mahasiswa menjalani kegiatan magang di berbagai instansi atau perusahaan mitra. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata sekaligus memperoleh konversi akademik hingga 20 SKS dalam kurikulum pembelajaran. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi profesional serta memahami secara langsung dinamika dunia kerja.
Salah satu instansi yang menjadi mitra dalam pelaksanaan program ini adalah Dwi Achmad Tax Consulting, sebuah kantor konsultan pajak yang bergerak di bidang perpajakan dan akuntansi. Melalui kegiatan magang di instansi ini, mahasiswa berkesempatan untuk mempelajari berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan administrasi perpajakan, pengolahan data keuangan, serta penyusunan laporan keuangan. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengembangkan sikap profesional, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Selama periode magang yang berlangsung kurang lebih empat bulan, peserta magang yang berperan sebagai Tax Intern terlibat dalam berbagai kegiatan operasional yang berkaitan dengan layanan perpajakan dan akuntansi. Kegiatan tersebut meliputi rekapitulasi data keuangan, administrasi perpajakan, penyusunan serta peninjauan laporan keuangan, hingga kegiatan kunjungan klien. Dalam praktiknya, mahasiswa juga dilibatkan dalam proses pengolahan data transaksi keuangan yang kemudian digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan dan pelaporan pajak.
Selain itu, peserta magang juga memperoleh pengalaman dalam melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) melalui sistem elektronik seperti e-Form dan Coretax, yang merupakan sistem administrasi perpajakan modern yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Melalui keterlibatan dalam proses ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung prosedur pelaporan pajak serta mekanisme administrasi perpajakan yang berlaku di Indonesia. Kegiatan lain yang juga dilakukan selama magang antara lain pembuatan e-Billing, e-Bupot, serta penyusunan laporan keuangan pembetulan bagi klien.
Dalam mendukung pelaksanaan berbagai tugas tersebut, mahasiswa juga memanfaatkan perangkat digital seperti Microsoft Excel untuk melakukan pengolahan dan analisis data keuangan. Penggunaan teknologi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi kerja sekaligus membantu mahasiswa memahami bagaimana sistem digital digunakan dalam praktik perpajakan modern. Dengan demikian, pengalaman magang tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap aspek teknis perpajakan, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam pekerjaan profesional.
Selain pengembangan kompetensi teknis atau hard skills, program magang ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan soft skills mahasiswa. Melalui berbagai aktivitas kerja yang dilakukan, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan analitis yang baik, ketelitian dalam mengolah data, serta kemampuan komunikasi profesional dalam berinteraksi dengan rekan kerja maupun klien. Pengalaman seperti client visit dan keterlibatan langsung dalam berbagai proses perpajakan memberikan wawasan praktis mengenai bagaimana seorang profesional di bidang konsultan pajak menjalankan tugasnya secara efektif dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan program magang MBKM di Dwi Achmad Tax Consulting pada akhirnya memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas pekerjaan, mahasiswa dapat mengimplementasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di dunia kerja. Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis di bidang perpajakan dan akuntansi, tetapi juga membentuk sikap profesional serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Dengan demikian, program MBKM dapat menjadi sarana yang efektif dalam menciptakan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang kuat, tetapi juga memiliki pengalaman praktis serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan dunia industri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja, khususnya di bidang perpajakan dan akuntansi.
Implementation of the MBKM Internship Program in Strengthening Student Competencies in the Field of Taxation at Dwi Achmad Tax Consulting
Higher education plays a crucial role in preparing students to face the increasingly complex and competitive dynamics of the professional world. Universities are not only expected to provide theoretical knowledge but also practical experiences that are relevant to industry needs. One of the initiatives designed to bridge the gap between academic theory and real-world practice is the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program introduced by the Indonesian government. This program allows students to gain learning experiences outside their study programs, including through internship activities in various industries.
As part of the implementation of this policy, the Faculty of Administrative Sciences at Universitas Brawijaya organizes the MBKM Internship Program under the External Activity Scheme (SAE). This program enables students to undertake internships at partner institutions or companies while receiving academic credit conversions of up to 20 credits (SKS) within their curriculum. Through this program, students are expected to develop professional competencies while gaining direct exposure to the professional working environment.
One of the partner institutions involved in this internship program is Dwi Achmad Tax Consulting, a tax consulting firm specializing in taxation and accounting services. Through the internship activities conducted at this firm, students have the opportunity to learn various technical aspects related to tax administration, financial data processing, and financial statement preparation. In addition, the internship environment also helps students develop professional attitudes, discipline, and a strong sense of responsibility within a real workplace setting.
During the internship period, which lasted approximately four months, the participants served as Tax Interns and were involved in a variety of operational activities related to taxation and accounting services. These activities included financial data recapitulation, tax administration, preparation and review of financial statements, as well as participation in client visits. In practice, students were involved in processing financial transaction data, which later served as the basis for preparing financial reports and tax filings.
Furthermore, the interns gained practical experience in submitting Tax Returns (SPT) through electronic systems such as e-Form and Coretax, which are part of Indonesia’s modern tax administration systems used by the Directorate General of Taxes. Through their involvement in these processes, students gained a clearer understanding of tax reporting procedures and the mechanisms of tax administration in Indonesia. Additional tasks carried out during the internship included generating e-Billing, preparing e-Bupot, and assisting in the preparation of corrected financial statements for clients.
To support the completion of these tasks, students also utilized digital tools such as Microsoft Excel to process and analyze financial data. The use of such technological tools plays an important role in improving work efficiency and helps students understand how digital systems are applied in modern taxation practices. As a result, the internship experience not only enhances students’ understanding of taxation concepts but also strengthens their ability to utilize information technology in professional work environments.
In addition to developing technical competencies or hard skills, this internship program also contributes significantly to the development of students’ soft skills. Through various workplace activities, students are encouraged to develop analytical thinking, attention to detail in handling financial data, and professional communication skills when interacting with colleagues and clients. Experiences such as client visits and direct involvement in taxation processes provide valuable insights into how professionals in tax consulting firms perform their duties effectively and responsibly.
Overall, the implementation of the MBKM internship program at Dwi Achmad Tax Consulting provides comprehensive learning experiences for students. By actively participating in real workplace activities, students are able to apply the theoretical knowledge gained during their academic studies to practical situations in the professional environment. These experiences not only enhance their technical competencies in taxation and accounting but also cultivate professional attitudes and readiness to face the challenges of the evolving job market.
Therefore, the MBKM program serves as an effective platform for developing university graduates who possess not only strong academic knowledge but also practical experience and adaptability to the evolving demands of the industry. Through this program, students are expected to become competent and professional human resources who are well-prepared to compete in the workforce, particularly in the fields of taxation and accounting.
Higher education plays a crucial role in preparing students to face the increasingly complex and competitive dynamics of the professional world. Universities are not only expected to provide theoretical knowledge but also practical experiences that are relevant to industry needs. One of the initiatives designed to bridge the gap between academic theory and real-world practice is the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program introduced by the Indonesian government. This program allows students to gain learning experiences outside their study programs, including through internship activities in various industries.
As part of the implementation of this policy, the Faculty of Administrative Sciences at Universitas Brawijaya organizes the MBKM Internship Program under the External Activity Scheme (SAE). This program enables students to undertake internships at partner institutions or companies while receiving academic credit conversions of up to 20 credits (SKS) within their curriculum. Through this program, students are expected to develop professional competencies while gaining direct exposure to the professional working environment.
One of the partner institutions involved in this internship program is Dwi Achmad Tax Consulting, a tax consulting firm specializing in taxation and accounting services. Through the internship activities conducted at this firm, students have the opportunity to learn various technical aspects related to tax administration, financial data processing, and financial statement preparation. In addition, the internship environment also helps students develop professional attitudes, discipline, and a strong sense of responsibility within a real workplace setting.
During the internship period, which lasted approximately four months, the participants served as Tax Interns and were involved in a variety of operational activities related to taxation and accounting services. These activities included financial data recapitulation, tax administration, preparation and review of financial statements, as well as participation in client visits. In practice, students were involved in processing financial transaction data, which later served as the basis for preparing financial reports and tax filings.
Furthermore, the interns gained practical experience in submitting Tax Returns (SPT) through electronic systems such as e-Form and Coretax, which are part of Indonesia’s modern tax administration systems used by the Directorate General of Taxes. Through their involvement in these processes, students gained a clearer understanding of tax reporting procedures and the mechanisms of tax administration in Indonesia. Additional tasks carried out during the internship included generating e-Billing, preparing e-Bupot, and assisting in the preparation of corrected financial statements for clients.
To support the completion of these tasks, students also utilized digital tools such as Microsoft Excel to process and analyze financial data. The use of such technological tools plays an important role in improving work efficiency and helps students understand how digital systems are applied in modern taxation practices. As a result, the internship experience not only enhances students’ understanding of taxation concepts but also strengthens their ability to utilize information technology in professional work environments.
In addition to developing technical competencies or hard skills, this internship program also contributes significantly to the development of students’ soft skills. Through various workplace activities, students are encouraged to develop analytical thinking, attention to detail in handling financial data, and professional communication skills when interacting with colleagues and clients. Experiences such as client visits and direct involvement in taxation processes provide valuable insights into how professionals in tax consulting firms perform their duties effectively and responsibly.
Overall, the implementation of the MBKM internship program at Dwi Achmad Tax Consulting provides comprehensive learning experiences for students. By actively participating in real workplace activities, students are able to apply the theoretical knowledge gained during their academic studies to practical situations in the professional environment. These experiences not only enhance their technical competencies in taxation and accounting but also cultivate professional attitudes and readiness to face the challenges of the evolving job market.
Therefore, the MBKM program serves as an effective platform for developing university graduates who possess not only strong academic knowledge but also practical experience and adaptability to the evolving demands of the industry. Through this program, students are expected to become competent and professional human resources who are well-prepared to compete in the workforce, particularly in the fields of taxation and accounting.